Kamis, 16 Oktober 2014

Tahapan Perkembangan Anak dan Kecerdasan

Assalamualaikum Ayah Bunda, 

Semoga hari ini berlimpah berkah untuk keluarga kita.

Ayah, Bunda, post kali ini akan membahas tentang membentuk anak cerdas melalui belajar dengan bahagia. 

Tahukah Ayah dan Bunda mengenai otak anak kita? Ternyata, bayi adalah makhluk yang amat sangat brillian. Pada saat lahir, Allah membekali bayi dengan 1.000.000.000.000 sel otak. Ya, 1 Trilliun sel otak. Namun sambungan antar sel otak bayi masih lemah, sambungan ini akan semakin kuat pada area-area yang sering di stimulus. Sedangkan area yang tidak di stimulus akan dipangkas untuk menghemat kerja otak. 

neuron dan sambungannya di tahap kehidupan manusia
Gambar di atas menunjukkan bahwa pada usia 2 tahun, anak memiliki banyak sekali sambungan antar neuron. Namun ketika dewasa, hanya sambungan-sambungan yang tebal-lah yang bertahan, sedangkan yang lainnya menghilang. 

Alangkah indahnya jika sambungan-sambungan tebal antar neuron di otak anak kita berisi karakter yang baik, pengetahuan yang bermanfaat, dan pengalaman yang bermakna. Adalah tugas kita sebagai orang dewasa untuk mengembalikan anak pada fitrahnya, manusia yang beriman, cerdas, dan tangguh.

Ayah, Bunda, harapan orang tua pada anak harus besar, begitu pula dengan usaha dan tenaga yang dikerahkan untuk mewujudkan harapan tersebut. Namun demikian, ada cara untuk membuat anak berpartisipasi dalam mewujudkan hal ini, yaitu membuat belajar menjadi hal yang menyenangkan dan disukai anak.

Kunci untuk melakukan belajar dengan bahagia adalah dengan menyesuaikan kemampuan anak dengan ilmu yang akan kita berikan. Untuk mengetahui kemampuan anak, kita bisa melihat tahapan tumbuh kembang anak kita. 

Piaget, seorang ilmuwan swiss membuat tahapan perkembangan kognitif anak. Urutan tahapan perkembangan ini bersifat universal, namun demikian batasan waktunya berbeda-beda tergantung budaya. Tahapan-tahapan ini adalah:
a.   Tahap sensori motorik   (0-2 thn)
b.   Tahap praoperasional   (2-7 thn)
c.    Tahap operasional konkrit   (7-11thn)
d.  Tahap operasional formal   (11 thn keatas)

Kemampuan dan cara belajar anak berbeda di setiap tahapan. Oleh karena itu stimulasi yang diberikan pun sebaiknya sesuai dengan tahapan dimana anak berada. Andaikan anak kita akan menjadi gedung pencakar langit, maka adalah tugas kita untuk membentuk pondasi yang kokoh agar gedung itu bisa memukau dunia.

Sekian post kali ini Ayah, Bunda. Insyaalloh post berikutnya akan membahas Tahap Sensori Motorik, Peran Pengasuh dan Alat & Cara Bermain.

Wassalam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar